Monday, October 14, 2013

PENGADAAN BUKU ASING / BUKU IMPOR

Kami adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pengadaan buku asing/buku impor. Kami bersedia menjadi Pengisi (penyedia barang) bagi Perusahaan yang mengikuti lelang. Pengadaan buku adalah suatu program yang diadakan oleh instansi dimana, proses tersebut akan diikuti oleh beberapa perusahaan dan instansi akan memilih salah satu sebagai pemenang tender.

Sebuah ilustrasinya begini, sebuah fakultas sedang mengadakan program pengadaan buku. Program tersebut memakai dengan sistem pelelangan. Anggap saja yang ikut serta adalah perusahaan A,B dan C. pelelangan akan dimenangkan oleh salah satu distributor. Misalnya perusahaan A, B atau C tidak bisa mengimpor sendiri buku-buku kedokteran tersebut, maka perusahaan tersebut bisa meminta kami yang memang perusahaan pengimpor buku untuk menjadi mitra sebagai penyuplai barang untuk mereka.

Jadi bila CV Anda berencana untuk mengikuti sebuah pengadaan lelang buku silahkan hubungi kami di nomor kontak. Anda juga bisa langsung mengirimkan daftar buku pesanan dan kami akan mengirimkan harganya.

Kami juga melayani pemesanan individual ataupun dari fakultas langsung.


1. Proses Penyeleksian
Dalam proses penyeleksian melibatkan proses decision-making, pengambilan keputusan bahan apa yang akan dijadikan koleksi perpustakaan. Di sebagian perpustakaan, penyeleksian dibantu oleh pengguna (user) seperti pada perpustakaan industri dan perpustakaan institusi pendidikan. Menurut Maurice B.Line (1992), ada dimensi lain yang harus diketahui dalam proses penyeleksian yaitu, bagaimana proses pelayanan perpustakaan hanya melayani penggunanya atau melayani semua pengunjung seperti Cambridge University Library yang melayani pengguna potensial mereka dari seluruh dunia. Koleksi perpustakaan harus terbina dari suatu seleksi yang sistematis dan terarah disesuaikan dengan tujuan, rencana, dan anggaran yang tersedia. Pustakawan harus mengetahui apa tujuan perpustakaan dan siapa pemakainya.Jadi, dasar-dasar penyeleksian bahan-bahan pustaka adalah untuk melayani pengguna, pengguna lain yang lebih luas dan melayani generasi mendatang. Dalam hal ini, yang berhak melakukan penyeleksian adalah personalia, (Sulistyo, 1991:38) yang mencakup: Pustakawan, Spesialis sujek termasuk guru, Toko buku, Komisi perpustakaan dan Anggota lain. Seseorang yang baik dalam pemilihan buku sebagaimana menurut Sulistyo-Basuki harus memenuhi syarat sebagai berikut, yaitu: (1) Menguasai sarana bibliografi yang tersedia, paham akan dunia penerbit, khususnya mengenai penerbit, spesialis para penerbit, kelemahan mereka, hasil terbitan selama ini, (2) Mengetahui latar belakang para pemakai perpustakaan, siapa saja yang menjadi anggota, kebiasaan membaca anggota, minat dan penelitian yang sedang dan telah dilakukan, (3) Memahami kebutuhan pemakai, (4) Hendaknya personil pemilihan buku netral,tidak bersifat mendua, menguasai informasi dan memiliki akal sehat dalam pemlihan buku, (5) Pengetahuan mendalam menganai koleksi perpustkaan, (6) Mengetahui buku melalui proses membuka-buka ataupun porses membaca. Pada tahap penyeleksian (Sulistyo, 1991: 40) ada delapan kategori yang harus diperhatikan : (a) Sumber-sumber terkini untuk In-print books, (b) Katalog, Flyer dan iklan-iklan dari penerbit, (c) Review/resensi bahan-bahan pustaka terkini (d) Bibliografi Nasional (e) Bahan-bahan pustaka terbaik yang direkomendasikan (f) Bibliografi subjek (g) Katalog Online, dan (h) Selection aids bagi microform. Hendaknya kebijakan tentang penyeleksian ini merupakan kebijakan tertulis dan dalam waktu tertentu selalu disempurnakan sesuai dengan perkembangannya. Singkatnya dalam pemilihan bahan pustaka hendaknya memperhatikan minat dan kebutuhan masyarakat, bahan yang dipilih mutakhir, bahan yang memenuhi kualitas persyaratan dan sesuai dengan tujuan, fungsi dan ruang lingkup perpustakaan.

2. Pemesanan Buku
Bila mana perpustakaan bermaksud menambah koleksinya dengan jalan membeli dalam jumlah besar maka hendaklah melakukan pekerjaan-pekerjaan administrasi pemesanan.Hal-hal yang perlu dalam pemesanan meliputi: (a) Nama pengarang, (b) Judul, (c) Edisi, (d) jilid, (e) Penerbit, (f) tahun dan tempat terbit, (g) Harga, (h) Jumlah eksemplar tiap judul, (i) Nama perpustakaan yang memesan, (j) Alamat yang jelas dari pemesan, (k) Hal lain yang dianggap penting seperti nomor surat pesanan, dan (l) cara pemesanan. (Supriyanto, 1997). Pemesanan buku memerlukan pertimbangan seksama karena ini menyangkut tugas berbagai bagian perpustakaan, staf, keuangan, prosedur yang harus diikuti, serta pengaturan berkas pemesanan. Menurut Sulistyo dan Soeatminah, Persoalan yang dihadapi seorang pustakawan dalam hal pengadaan yakni: (1) Bagi buku terbitan dalam negeri, pusat penerbitan berpusat jawa. Bagi perpustakaan yang berada dipulau jawa, pengadaan buku berarti menambah lagi korspondensi membutuhkan waktu lama, (2) Proses mendapatkan buku yang berada di Asia lebih mudah dari buku yang beredar di Inggris, Australia, dan Amerika (3) Proses pembayar yang serinng berbelit-belit karena menggunakan mata uang asing maupun rupiah, prosedur ini lebih lancar bagi perpustakaan Swasta karena tidak melalui Kas Bendahara Negara (4) Dan yang tidak slalu ada pada waktunya (5) Terbatasnya imformasi mengenai buku yang tersedia, dan (6) Adanya penerbit merangkap sebagai distributor buku.