Thursday, October 17, 2013

PLAGIAT NO MORE


Saat ini mahasiswa S1, S2, S3 harus lebih berhati-hati dalam membuat karya ilmiah untuk tugas akhir, karena saat ini telah ditemukan software untuk mendeteksi karya hasil plagiat, seperti yang diberitakan oleh Harian KR 24 Oktober 2008 berikut:

Maraknya kasus plagiat melalui data internet dan perpustakaan dalam penyusunan skripsi, tesis dan disertasi, mendorong dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM Dr Didi Achjari MCom merancang aplikasi (software) untuk memudahkan dalam mendeteksi kemungkinan adanya plagiasi. Aplikasi deteksi orisinalitas karya tulis ilmiah yang kemudian disebut Test of Text Similarity (Tessy) ini dikerjakan bersama dengan anggota tim dosen UGM lainnya.

“Diantaranya, seorang dosen FEB UGM juga yaitu Dimas Mucklas SE SKom dan dua orang dosen FMIPA, Arman Rohiman SKom dan Ajeng Nurhidayati SKom. Keprihatinan terhadap perilaku plagiat dan proses perancangan aplikasi Tessy ini sudah cukup lama bahkan sudah dirintis sejak tahun 2006 yang lalu, “ ujar Didi Achjari didampingi Kepala Humas dan Keprotokolan UGM Drs Suryo Baskoro MS di Ruang Fortakgama, Selasa (21/10).

Kepada wartawan Didi Achjari mengatakan aplikasi Tessy yang inovatif ini kemudian diikutkan dalam Acer Intel E-Learning Competition tingkat nasional yang diadakan September 2008 lalu. Setelah ikut dalam seleksi dan presentasi, aplikasi karya dosen UGM ini berhasil menjadi pemenang untuk karya inovasi e-learning kategori dosen kelompok. Didi mengaku, aplikasi ini sudah digunakan di lingkungan FEB UGM.

“Setiap mahasiswa yang akan meloloskan skripsinya diwajibkan menyerahkan softcopy skripsinya untuk diuji menggunakan aplikasi tersebut di bagian perpustakaan. Apabila dari hasil deteksi dari Tessy tidak ditemukan unsur plagiat maka skripsinya dinyatakan lulus dan berhak ikut dalam wisuda. Sebaliknya bila ditemukan ada kemiripan literatur, maka mahasiswa tersebut akan dipanggil untuk dimintai konfirmasi dan meminta pembuatan ulang skripsinya,” kata Dr Didi Achjari. Dalam bincang-bincang dengan wartawan Didi mengatakan dari aplikasi ini dirinya sudah menemukan dua mahasiswa yang diketahui melakukan plagiasi dalam pembuatan skripsinya. Kedua mahasiswa tersebut mengakui perbuatannya dan mengoreksi kembali penyusunan skripsinya. “Jadi aplikasi ini sudah ada hasilnya dan cukup efektif untuk mendeteksi plagiasi karya ilmiah,” ungkap pria kelahiran Magelang 4 Januari 1971 ini.

Dijelaskan oleh Didi di FEB UGM sendiri aplikasi Tessy sudah menggunakan basis data dengan menggunakan referensi yang ada di perpustakaan FEB. menurut doktor lulusan Graduate School of Business Curtin University of Technology ini, fitur Tessy ini memungkinkan untuk membandingkan dua karya tulis dan juga bisa membandingkan satu karya tulis dengan banyak karya tulis yang tersimpan di basis data perpustakaan digital. Adapun syarat utama agar bisa bekerja aplikasi ini menurut Didi ketersediaan softcopy (file) dari karya tulis tersebut. “Aplikasi inipun juga bisa diatur sesuai asumsi kemiripannya karena bisa jadi tiap lembaga punya standar kemiripan yang berbeda untuk bisa masuk kategori penjiplakan, misal karena ada sebagian kesamaan referensi atau daftar pustaka.

Jadi hati-hati, jangan asal copy paste karya orang yang telah dipublikasikan, jadikan referensi untuk memunculkan ide yang lebih brilian, ok.