Tuesday, September 29, 2015

ANALISIS ITEMAN

File statistik hasil analisis ITEMAN dapat dibedakan ke dalam 2 bagian, yaitu : Statistik butir soal dan statistik tes (skala). Interpretasi kedua gambar di atas dapat diuraikan sebagai berikut : Statistik Butir Soal Untuk tes/skala yang terdiri dari butir-butir soal yang bersifat dikotomi misalnya pilihan ganda, statistik berikut adalah output dari setiap butir soal yang dianalisis :
  1. Seq. No adalah nomor urut butir soal dalam file data. Scala-item adalah nomor urut butir soal dalam skala (tes/subtes) 
  2. Prop. Correct adalah proporsi siswa( peserta tes) yang menjawab benar butir soal. Nilai ekstrim (mendekati nol atau satu) menunjukan bahwa butir soal tersebut terlalu sukar atau terlalu mudah untuk peserta tes. Indeks ini disebut juga indeks tigkat kesukaran soal secara klasikal. 
  3. Biser adalah indeks daya pembeda soal dengan menggunakan koefisien korelasi biserial. Nilai positif menunjukan bahwa peserta tes yang menjawab benar butir soal, mempunyai skor yang relatif tinggi dalam tes/skala tersebut. Sebaliknya nilai negatif menunjukan bahwa peserta tes yang menjawab benar butir soal, memperoleh skor yang relatif rendah dalam tes/skala tersebut. Untuk statistik pilihan jawaban (alternative) korelasi biserial negatif sangat tidak dikehendaki untuk kunci jawaban dan sangat dikehendaki untuk pilihan jawaban yang lain (pengecoh). 
  4. Point-biser adalah juga indeks daya pembeda soal dan pilihan jawaban (alternatif) dengan menggunakan koefisien korelasi point-biserial. Penafsirannya sama dengan statistik biserial. Catatan : Nilai -9.000 menunjukan bahwa statistik butir soal atas pilihan jawaban tidak dapat di hitung. Hal ini sering kali terjadii apabila tidak ada peserta tes yang menjawab butir soal/ pilihan jawaban tersebut Statistik pilihan jawaban (alternative) memberikan informasi yang sama dengan statistik butir soal. Perbedaannya adalah bahwa statistik pilihan jawaban dihitung secara terpisah. Untuk setiap piihan jawaban dan didasarkan pada dipilih tidaknya alternatif tersebut, bukan pada benarnya jawaban. Tanda (*) yang muncul di sebelah kanan hasil analisis menunjukan kunci jawaban.
Statistik Tes/Skala hasil analisis statistik untuk tes/skala dengan interpretasi berikut :
  1. N of items adalah jumlah butir soal dalam tes/skala yang ikut dianalisis. Untuk tes/skala yang terdiri dari butir-butir soal dikotomi, hal ini merupakan jumlah total butir soal dalam tes /skala
  2. N of examines adalah jumlah peserta tes yang digunakan dalam analisis. Mean adalah skor rata-rata peserta tes. Variance adalah varian dari distribusi skor peserta tes yang memberikan gambaran tentang sebaran skor peserta tes. 
  3. Std. Dev adalah deviasi standar dari distribusi skor peserta tes. Deviasi standar adalah akar dari variance. 
  4. Skew adalah kemiringan distribusi skor peserta tes yang memberikan gambaran tentang bentuk distribusi skor peserta tes. Kemiringan negatif menunjukan bahwa sebagian besar skor berada pada bagian atas (skor tinggi) dari distribusi skor. Sebaliknya kemiringan positif menunjukan bahwa sebagian besar skor berada bagian bawah (skor rendah) dari distribusi skor. Kemiringan nol menunjukan bahwa skor berdistribusi secara simetris di sekitar skor rata-rata (Mean). 
  5. Kurtosis adalah puncak distribusi skor yang menggambarkan kelandaian distribusi skor dibanding dengan distribusi normal. Nilai positif menunjukan distribusi yang lebih lancip (memuncak) dan nilai negatif menunjukan distribusi yang lebih landai (merata). Kurtosis untuk distribusi normal adalah nol. 
  6. Minimun adalah skor terendah peserta tes dalam tes/skala tersebut. 
  7. Maximum adalah skor tertinggi peserta tes dalam tes/skala tersebut. 
  8. Median adalah skor tengah dimana 50% skor berada pada atau lebih rendah dari skor tersebut. 
  9. Alpha adalah koefisien reliabilitas alpha untuk tes/skala tersebut yang merupakan indeks homogenitas tes/skala. Koefisien alpha bergerak dari 0,0 sampai 1,0. Koefisien alpha hanya cocok digunakan pada tes yang bukan mengukur kecepatan (speeded test ) dan yang hanya mengukur satu dimensi (single-trait). 
  10. SEM adalah kesalahan pengukuran standar untuk setiap tes/skala. SEM merupakan estimit dari deviasi standar kesalahan pengukuran dalam skor tes.
  11. Mean P adalah rata-rata tingat kesukaran semua butir soal dalam tes secara klasikal dihitung dengan cara mencari rata-rata proporsi peserta tes yang menjawab benar untuk semua butir soal dalam tes/skala. 
  12. Mean item-Tot nilai rata-rata indeks daya pembeda dari semua soal dalam tes/skala yang diperoleh dengan menghitung nilai rata-rata point biserial dari semua soal dalam tes/skala. 
  13. Mean-Biserial adalah juga nilai rata-rata indeks daya pembeda yang diperoleh dengan menghitung nilai rata-rata korelasi biserial dari semua butir soal dalam tes/skala. 
  14. Scale intercorrelation adalah indeks korelasi antara skor-skor peserta tes yang diperoleh dari setiap subtes/subskala. File Skor Program iteman juga memberikan hasil skor untuk setiap peserta tes yang menunjukan jumlah benar dari seluruh jawaban. Baris pertama dari output menunjukkan jumlah karakter untuk identitas peserta tes , jumlah skala , dan nama file input. Kemudian hasil skala diberikan secara berurutan sesuai dengan urutan peserta tes dalam file data.
http://www.mitrariset.com Yogyakarta, Yogyakarta City, Special Region of Yogyakarta, Indonesia